PENGELOLAAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI BPMP PROVINSI DKI JAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.54124/jlmp.v23i1.189Kata Kunci:
keterbukaan informasi publik, komunikasi organisasi, ekuivokalitas informasi, sensemaking, badan publikAbstrak
Keterbukaan informasi publik merupakan prinsip fundamental dalam tata kelola pemerintahan demokratis, namun implementasinya di badan publik masih menghadapi berbagai kendala, khususnya terkait kejelasan dan konsistensi informasi. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa persoalan keterbukaan informasi tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan regulatif, tetapi juga dengan proses komunikasi internal organisasi yang memengaruhi pemaknaan dan pengelolaan informasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan keterbukaan informasi publik sebagai proses komunikasi organisasi, dengan fokus pada bagaimana badan publik mengelola ekuivokalitas informasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi DKI Jakarta. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan 13 informan, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan analisis tematik berbantuan NVivo dan analisis jaringan komunikasi menggunakan UCINET. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi BPMP dari badan publik tidak informatif menjadi informatif dicapai melalui proses reduksi ekuivokalitas yang bertahap, meliputi klarifikasi makna informasi, standarisasi prosedur dan dokumen, penguatan komunikasi dan koordinasi internal, peran strategis pimpinan, serta optimalisasi jaringan komunikasi dan teknologi digital. Temuan ini menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan proses komunikasi organisasi yang kompleks dan dinamis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian komunikasi organisasi sektor publik serta memberikan implikasi praktis bagi penguatan strategi keterbukaan informasi di badan publik.
Unduhan
Referensi
Apriliya, S. (2022). Peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dalam pelayanan informasi publik. Jurnal Administrasi Negara, 10(1), 77–89.
Ardina, R. (2021). Implementasi keterbukaan informasi publik pada badan publik daerah. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 9(2), 145–158.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Bungin, B. (2015). Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya (Edisi kedua). Kencana.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Fitriani, D. (2023). Evaluasi keterbukaan informasi publik pada badan publik pemerintah. Jurnal Transparansi dan Akuntabilitas, 5(1), 23–38.
Grossi, G., Steccolini, I., & Reichard, C. (2020). Transparency and accountability in the public sector: A comparative perspective. Public Management Review, 22(8), 1107–1129. https://doi.org/10.1080/14719037.2019.1649699
Harrison, T. M. (2014). Open government, open data, and open innovation. Springer.
Kapahang, J. (2020). Tantangan implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik di pemerintah daerah. Jurnal Kebijakan Publik, 6(2), 101–115.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.
Mahmud, A. (2020). Analisis jaringan komunikasi dalam organisasi publik. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(1), 55–70.
Monge, P. R., & Contractor, N. S. (2003). Theories of communication networks. Oxford University Press.
Mulyana, D. (2006). Metodologi penelitian kualitatif: Paradigma baru ilmu komunikasi dan ilmu sosial lainnya. Remaja Rosdakarya.
Munasti, R. (2022). Sensemaking dan pengelolaan informasi dalam organisasi. Jurnal Komunikasi Organisasi, 4(2), 133–147.
Nadilla, A. (2022). Pola jaringan komunikasi dan efektivitas informasi organisasi. Jurnal Studi Komunikasi, 6(3), 301–315.
Neuman, W. L. (2018). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (8th ed.). Pearson.
Noor, F. (2019). Implementasi keterbukaan informasi publik di Indonesia. Jurnal Administrasi Publik, 7(1), 1–14.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Sage Publications.
Weick, K. E. (1995). Sensemaking in organizations. Sage Publications.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.
Yulia, N. (2019). Pengelolaan ambiguitas informasi dalam organisasi. Jurnal Ilmu Komunikasi, 17(2), 89–102.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Lingkar Mutu Pendidikan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
-
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
-
NonCommercial — You may not use the material for commercial purposes.
-
NoDerivatives — If you remix, transform, or build upon the material, you may not distribute the modified material.
- No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.











